Komisi II DPR RI Dan Bawaslu RI Perkuat Pengawasan Partisipatif Jelang Pemilu Yang Akan Datang
|
TEGAL - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia bersama Anggota Komisi II DPR RI menyelenggarakan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif di Kota Tegal pada Minggu (27/9/2026), guna membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam mengawal integritas demokrasi menjelang Pemilu yang akan datang.
Kegiatan sosialisasi yang dimulai pukul 13.00 WIB ini merupakan langkah strategis dalam mengawali persiapan panjang menuju Pemilu kedepannya. Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Anggota Komisi II DPR RI Wahyudin Noor Aly, Ketua Bawaslu Kota Tegal Fauzan Hamid, S.T., serta Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah Zaki Safrudin Prihatin. Forum ini menjadi ruang diskusi intensif bagi elemen masyarakat dan mitra kerja Bawaslu untuk memahami dinamika pengawasan pemilu di tengah tantangan politik yang semakin kompleks.
Aktivitas sosialisasi difokuskan pada pemberian pemahaman mengenai mekanisme pemantauan dan pelaporan dugaan pelanggaran oleh masyarakat. Para peserta diberikan edukasi mengenai batasan kewenangan pengawasan, di mana meskipun masyarakat memiliki hak untuk melaporkan temuan lapangan, kewenangan penindakan hukum tetap berada sepenuhnya pada lembaga yang memiliki otoritas sesuai peraturan perundang-undangan. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama membangun ekosistem demokrasi yang sehat melalui partisipasi aktif di setiap tahapan pemilu.
Urgensi penguatan pengawasan partisipatif ini didasari oleh realitas keterbatasan sumber daya pengawas di internal Bawaslu. Mengingat jumlah personel pengawas yang relatif terbatas dibandingkan dengan jumlah penyelenggara serta luasnya cakupan pihak-pihak yang terlibat dalam proses pemilu, Bawaslu tidak dapat bekerja sendiri. Oleh karena itu, pengawasan yang inklusif menjadi kunci utama untuk menutup celah kecurangan, mengingat keterlibatan publik adalah instrumen paling efektif dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan negara.
Ketua Bawaslu Kota Tegal, Fauzan Hamid, S.T., dalam sambutannya menekankan bahwa kesiapan SDM di tingkat bawah sangat krusial. "Kegiatan ini menekankan pentingnya persiapan sejak dini dalam menghadapi Pemilu yang akan datang, peningkatan kapasitas PTPS, KPPS, dan saksi, serta penguatan pengawasan partisipatif. Seluruh elemen masyarakat dan mitra kerja Bawaslu diharapkan dapat berperan aktif dalam mengawasi tahapan pemilu sehingga tercipta proses demokrasi yang sehat, transparan, dan berintegritas. Meskipun partai politik telah memberikan bimbingan teknis kepada saksi masing-masing, Bawaslu tetap perlu memberikan pendidikan dari sisi kelembagaan, khususnya mengenai proses pengawasan dan hal-hal yang perlu diperhatikan oleh saksi selama tahapan pemilu," jelas Fauzan secara mendalam.
Senada dengan hal tersebut, Anggota Komisi II DPR RI Wahyudin Noor Aly menyoroti tantangan kualitas pemilu yang masih membutuhkan perbaikan berkelanjutan. "Disampaikan bahwa penyelenggaraan pemilu di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan sehingga diperlukan upaya bersama untuk terus meningkatkan kualitas pemilu. Pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab Bawaslu. Mengingat luasnya tahapan dan wilayah pengawasan, Bawaslu membutuhkan dukungan dan partisipasi masyarakat untuk bersama-sama mengawasi jalannya pemilu. Partisipasi tersebut tidak hanya diwujudkan dengan menggunakan hak pilih, tetapi juga melalui kepedulian, pemberian informasi, serta ikut menjaga agar pemilu berlangsung jujur, adil, transparan, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan," tegas Wahyudin di hadapan para peserta.
Sebagai langkah tindak lanjut, Bawaslu berkomitmen untuk terus memperluas jaring-jaring pengawas partisipatif di berbagai tingkatan wilayah. Diharapkan melalui sosialisasi ini, masyarakat tidak lagi hanya menjadi penonton dalam kontestasi politik, melainkan menjadi subjek aktif yang berani bersuara dan melaporkan setiap kejanggalan. Dengan sinergi yang kuat antara legislatif, penyelenggara, dan rakyat, Pemilu yang akan datang diproyeksikan akan melahirkan kepemimpinan yang lebih kredibel melalui proses yang bermartabat.
Penulis : Dedy Armadi
Editor : Nur Aliah Saparida