Bawaslu Kota Tegal Bekali Taruna SMK SUPM Al Maarif Pendidikan Politik Pemilih Pemula
|
TEGAL - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tegal bersinergi dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) dalam kegiatan Pendidikan Politik bagi Pemilih Pemula yang menyasar taruna dan taruni SMK SUPM Maarif Kota Tegal pada Selasa (18/8/2026).
Kegiatan sosialisasi yang dimulai pukul 10.00 WIB ini dihadiri oleh Ketua Bawaslu Kota Tegal, Wakil Kepala Bakesbangpol Kota Tegal, Anggota KPU Kota Tegal, serta Kepala Sekolah SMK SUPM Maarif. Kehadiran para narasumber dari berbagai instansi, termasuk akademisi dari Universitas Pancasakti (UPS) Kota Tegal, bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai mekanisme pemilihan umum kepada para pelajar yang baru pertama kali akan menggunakan hak suaranya.
Urgensi dari pendidikan politik ini didasari pada fakta bahwa pemilih pemula memiliki pengaruh signifikan dalam menentukan arah kepemimpinan bangsa. Menjadi pemilih pemula tidak sekadar menggunakan hak pilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS), melainkan juga mengambil peran aktif dalam mengawal kualitas demokrasi. Melalui literasi politik yang tepat, para taruna dan taruni diharapkan mampu membentuk sikap yang cerdas, kritis, bijak, santun, berani, serta menjunjung tinggi nilai-nilai integritas. Hal ini penting untuk meminimalisasi potensi praktik politik uang maupun penyebaran disinformasi yang sering menyasar kelompok usia muda selama masa kampanye.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Kepala Bakesbangpol Kota Tegal memberikan arahan strategis mengenai kedudukan Pemilu sebagai pilar utama kedaulatan rakyat. "Pemilihan Umum (Pemilu) merupakan sarana pelaksanaan demokrasi di Indonesia untuk memilih pemimpin, baik pada tingkat daerah (kota) maupun tingkat nasional (Republik Indonesia). Sebelum membuka acara secara resmi, beliau mengimbau seluruh taruna dan taruni SMK SUPM Maarif untuk menyimak penyampaian materi secara tertib dan kondusif demi masa depan bangsa yang lebih baik," tuturnya saat memberikan sambutan pembukaan.
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Bawaslu Kota Tegal, Fauzan Hamid, S.T., memaparkan materi inti bertajuk Pengawasan Partisipatif untuk Demokrasi Berintegritas. Dalam presentasinya, ia merinci lima poin utama yang mencakup kriteria pemilih pemula, konsep fundamental pemilu dan politik, hingga identifikasi tipe partisipasi politik. Fauzan juga menekankan peran tiga penyelenggara pemilu di Indonesia serta bagaimana mekanisme pengawasan partisipatif harus dijalankan oleh warga negara. Menurutnya, pemahaman mengenai struktur ini akan membuat pemilih pemula tidak mudah dimanipulasi oleh kepentingan politik sesaat.
Diskusi yang melibatkan pemateri dari Universitas Pancasakti dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) semakin memperdalam wawasan peserta mengenai tata cara teknis pencoblosan hingga cara memvalidasi informasi mengenai calon pemimpin. Para taruna dan taruni diajak untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga berani melaporkan indikasi pelanggaran yang mereka temukan di lingkungan sekitar. Langkah ini merupakan bagian dari upaya kolektif untuk menciptakan iklim politik yang bersih dan berorientasi pada kemajuan daerah melalui representasi kepemimpinan yang kredibel.
Sebagai langkah tindak lanjut, Bakesbangpol Kota Tegal dan Bawaslu berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan pendidikan politik ke sekolah-sekolah lain di wilayah Tegal. Diharapkan, pasca-kegiatan ini, para taruna dan taruni SMK SUPM Maarif dapat menjadi agen perubahan yang menularkan semangat berdemokrasi yang sehat kepada keluarga dan rekan sebaya. Sinergi antarlembaga ini diproyeksikan akan terus diperkuat guna memastikan kesiapan mental dan intelektual generasi muda menyambut pesta demokrasi mendatang secara profesional dan bermartabat.
Penulis : Dedy Armadi
Editor : Nur Aliah Saparida