Bawaslu Kota Tegal Teladani Kepemimpinan Rasulullah Guna Bangun Budaya Kerja Amanah Berintegritas
|
TEGAL - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tegal menyelenggarakan kegiatan Jumat Sehati bertajuk ‘Meneladani Kepemimpinan Rasulullah SAW dalam Membangun Budaya Kerja yang Amanah dan Berintegritas’ pada Rabu (26/8/2026) guna memperkuat fondasi moral aparatur pengawas.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Bawaslu Kota Tegal ini dihadiri oleh jajaran pimpinan yang terdiri dari Ketua dan Anggota Bawaslu Kota Tegal, Koordinator Sekretariat, serta seluruh staf sekretariat. Acara diawali dengan pembukaan formal yang kemudian dilanjutkan dengan penyampaian tausiyah keagamaan oleh KH Ali Maksum sebagai penceramah utama. Suasana khidmat menyelimuti ruangan saat seluruh peserta menyimak paparan mengenai pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai spiritual ke dalam etos kerja profesional sebagai pengawal demokrasi di tingkat daerah.
Penyelenggaraan agenda ini bertujuan untuk memberikan refleksi spiritual bagi para staf di tengah padatnya jadwal pengawasan pemilu. Dengan mengambil momentum Maulid Nabi Muhammad SAW, Bawaslu Kota Tegal berupaya menciptakan lingkungan kerja yang tidak hanya mengejar target administratif, tetapi juga memiliki kedalaman moral. Hal ini dianggap krusial mengingat tantangan pengawasan ke depan membutuhkan keteguhan integritas dan kejujuran dalam setiap pengambilan keputusan, sehingga keteladanan Rasulullah SAW dipandang sebagai kompas moral yang paling tepat bagi seluruh jajaran aparatur.
Ketua Bawaslu Kota Tegal, Fauzan Hamid, S.T, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Jum’at Sehati merupakan sarana vital untuk membangun kebersamaan dan keseimbangan di lingkungan kerja. Beliau menjelaskan bahwa kegiatan ini dapat diisi dengan aktivitas positif seperti olahraga maupun kerohanian. ‘Pada bulan Agustus terdapat berbagai momentum penting yang diperingati bersama, mulai dari hari lahir Bawaslu Kabupaten/Kota, Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, hingga peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Momentum tersebut diharapkan dapat menjadi kesempatan untuk meningkatkan rasa syukur sekaligus memperkuat semangat dalam melakukan berbagai kegiatan positif. Melalui kegiatan ini, seluruh jajaran diharapkan dapat mengharap keberkahan serta mengikuti sunnah dan keteladanan Nabi Muhammad SAW yang sangat relevan dalam membangun budaya kerja yang amanah,’ jelas Fauzan.
KH Ali Maksum dalam tausiyahnya menekankan bahwa peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak sekadar menjadi seremonial belaka, melainkan menjadi momentum mengenal dan mengamalkan sifat Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam kepemimpinan dan penyelesaian persoalan secara bijaksana. Beliau mengaitkan tema kegiatan dengan perilaku nyata di lingkungan pekerjaan. ‘Sifat amanah, jujur, disiplin, adil, bertanggung jawab, dan berintegritas merupakan nilai-nilai yang perlu diterapkan dalam menjalankan setiap tugas. Peringatan ini harus menjadi momentum memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas akhlak. Nilai keteladanan ini tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus diterapkan secara berkelanjutan dalam melaksanakan pekerjaan,’ tegas KH Ali Maksum.
Lebih lanjut, KH Ali Maksum mengajak seluruh peserta untuk melakukan introspeksi mendalam terhadap pelaksanaan tugas masing-masing, mulai dari aspek kedisiplinan hingga cara berkomunikasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Beliau mengingatkan bahwa meneladani Rasulullah dapat dimulai dari hal-hal sederhana seperti menepati janji, menghargai waktu, dan menjaga amanah di lingkungan kerja. Dalam kaitannya dengan tugas pengawasan, keteladanan tersebut menjadi landasan moral agar setiap pekerjaan yang diberikan dapat dipertanggungjawabkan secara profesional di dunia maupun di akhirat sebagai bentuk amanah yang luhur.
Sebagai langkah tindak lanjut, Bawaslu Kota Tegal berkomitmen untuk menjadikan nilai-nilai integritas Diharapkan dengan penguatan mentalitas melalui kegiatan kerohanian seperti ini, Bawaslu Kota Tegal mampu melahirkan pengawas-pengawas yang tangguh, berwibawa, dan tetap mengedepankan etika dalam menghadapi dinamika politik.
Penulis : Dedy Armadi
Editor : Nur Aliah Saparida