Perkuat Sinergi Demokrasi, Bawaslu Kota Tegal Audiensi dengan Wakil Wali Kota Bahas Keterwakilan Perempuan
|
TEGAL - Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyyatul Muthmainnah, S.K.M., M.Kes., secara resmi menerima kunjungan silaturahmi serta audiensi jajaran Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tegal di ruang kerjanya pada Rabu (5/8/2026) guna memperkuat koordinasi pengawasan partisipatif menjelang tahapan Pemilu mendatang.
Pertemuan yang dimulai pukul 11.00 WIB tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Bawaslu Kota Tegal, Fauzan Hamid, S.T., bersama jajaran komisioner, Koordinator Sekretariat, serta staf sekretariat. Diskusi berlangsung secara formal namun komunikatif, membahas berbagai isu strategis terkait dinamika politik lokal dan nasional, termasuk evaluasi pelaksanaan pengawasan pemilu yang telah berjalan di wilayah Kota Tegal.
Salah satu poin krusial dalam audiensi ini adalah pembahasan mendalam mengenai implementasi Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pemenuhan kuota 30 persen keterwakilan perempuan di partai politik. Bawaslu dan Pemerintah Kota Tegal memandang hal ini sebagai urgensi demokrasi yang harus dikawal bersama agar peran perempuan dalam ranah politik praktis tidak hanya sekadar formalitas, melainkan memiliki substansi yang kuat sesuai amanat konstitusi.
Selain itu, agenda ini bertujuan untuk merumuskan rencana pengawasan partisipatif berbasis masyarakat. Bawaslu Kota Tegal menegaskan bahwa integritas pemilu merupakan tanggung jawab kolektif yang memerlukan keterlibatan aktif seluruh lapisan warga. Kolaborasi program kerja di tahun berjalan pun disepakati, dengan fokus utama pada penguatan peran perempuan, pelibatan organisasi kemasyarakatan, serta edukasi intensif bagi segmen pemilih pemula sebelum memasuki tahapan utama Pemilu maupun Pilkada.
Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyyatul Muthmainnah, menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan dukungan penuh atas sinergitas yang terjalin. "kami menyambut baik kunjungan jajaran Bawaslu Kota Tegal.Berharap kerja sama antara Pemerintah Kota Tegal dan Bawaslu Kota Tegal semakin solid dalam memperkuat pilar demokrasi yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat maupun kontestan politik," ujarnya. Beliau juga menaruh perhatian serius terhadap isu digital dengan menekankan pentingnya edukasi publik agar penyampaian aspirasi di media sosial tidak bersifat destruktif dan tetap berbasis data akurat guna menangkal ujaran kebencian. Lebih lanjut, ia menyatakan kesiapannya untuk hadir sebagai narasumber dalam podcast Bawaslu untuk mengulas isu politik perempuan.
Di sisi lain, Ketua Bawaslu Kota Tegal, Fauzan Hamid, S.T., menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Wakil Wali Kota Tegal selama 1,5 tahun terakhir. Fauzan juga memaparkan bahwa kelembagaan permanen Bawaslu Kota Tegal akan genap berusia delapan tahun pada 15 Agustus 2026, yang bertepatan dengan momentum Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI. "Kami berupaya menggalang kolaborasi serta memperkuat fungsi pengawasan bersama dalam menghadapi agenda Pemilu mendatang. Sinergi pascapemilu ini sangat penting untuk memastikan stabilitas politik dan kualitas demokrasi di tingkat daerah tetap terjaga dengan baik," jelas Fauzan dalam sesi tersebut.
Menutup pertemuan tersebut, kedua belah pihak berkomitmen untuk segera menindaklanjuti poin-poin kesepakatan melalui serangkaian program edukasi politik yang lebih konkret. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan literasi demokrasi masyarakat Tegal, meminimalisir gesekan sosial akibat disinformasi, serta memastikan partisipasi pemilih yang lebih berkualitas dan sadar akan hak-hak politiknya dalam pesta demokrasi yang akan datang.