Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Tegal Perkuat Peran Strategis Perempuan Dalam Pengawasan Partisipatif Pemilu

Bawaslu Kota Tegal Perkuat Peran Strategis Perempuan

Bawaslu Kota Tegal Perkuat Peran Strategis Perempuan

TEGAL – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tegal secara aktif mendorong penguatan keterlibatan kaum perempuan untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga integritas demokrasi melalui kegiatan Sekolah Politik Perempuan. Acara yang diinisiasi oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP2PA) Kota Tegal ini dilaksanakan pada Rabu, 7 Oktober 2026. Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkokoh partisipasi masyarakat, khususnya kelompok perempuan, dalam mengawasi setiap tahapan pemilihan umum di masa mendatang.

Kegiatan pendidikan politik tersebut mengangkat tema sentral “Perempuan dan Demokrasi: Memperkuat Peran Perempuan dalam Pengawasan Partisipatif”. Bertempat di Kota Tegal, forum ini dimulai tepat pada pukul 14.00 WIB dengan menghadirkan para peserta dari berbagai organisasi dan perwakilan perempuan di wilayah setempat. DPPKBP2PA selaku penyelenggara menekankan bahwa sinergi lintas lembaga diperlukan untuk menciptakan ekosistem politik yang inklusif serta memberikan ruang edukasi yang lebih luas bagi perempuan agar dapat berkontribusi secara nyata dalam proses pengambilan kebijakan.

Dalam substansi materi yang disampaikan, narasumber menekankan bahwa pengawasan partisipatif bukan sekadar tugas teknis pemilu, melainkan sebuah bentuk tanggung jawab moral untuk memastikan proses demokrasi berjalan jujur dan adil. Perempuan didorong untuk bertransformasi dari sekadar objek politik yang pasif menjadi subjek yang kritis dan berdaya. Hal ini mencakup pemahaman mengenai regulasi pemilu, cara mengidentifikasi potensi pelanggaran, hingga keberanian untuk melakukan pelaporan apabila menemukan kejanggalan dalam tahapan kontestasi politik di lingkungannya.

Ketua Bawaslu Kota Tegal, Fauzan Hamid, S.T., yang hadir sebagai narasumber utama, menegaskan bahwa posisi perempuan memiliki arti yang sangat vital dalam struktur pembangunan demokrasi di Indonesia. Ia memaparkan bahwa politik tidak hanya berlangsung di dalam lembaga formal seperti parlemen, namun secara fundamental memengaruhi sendi-sendi kehidupan masyarakat dan keluarga setiap harinya. “Perempuan perlu memahami proses politik dan menggunakan hak serta perannya secara aktif dan bertanggung jawab. Hal ini penting karena setiap kebijakan politik akan berdampak langsung pada kesejahteraan sosial dan domestik,” ujar Fauzan di hadapan peserta.

Lebih lanjut, Fauzan menjelaskan bahwa pengawasan partisipatif merupakan sarana strategis bagi perempuan untuk turut menjaga kualitas pemilu agar tetap berada pada koridor yang benar. Menurutnya, keterlibatan perempuan tidak boleh hanya terbatas pada penggunaan hak pilih di bilik suara, melainkan harus meluas hingga pada pengawalan suara dan pencegahan kecurangan. “Keterlibatan perempuan dapat diwujudkan melalui keberanian menyuarakan aspirasi, meningkatkan literasi politik, mengawasi tahapan Pemilu, dan bekerja sama dengan Bawaslu dalam mencegah terjadinya pelanggaran. Semangat yang ditekankan adalah perempuan bukan hanya pemilih, tetapi juga penjaga kualitas demokrasi melalui pengetahuan politik dan keberanian bersikap,” tegasnya.

Bawaslu Kota Tegal Perkuat Peran Strategis Perempuan

Sebagai penutup, Bawaslu Kota Tegal berharap melalui kegiatan ini akan tercipta penyelenggaraan Pemilu yang lebih transparan, berintegritas, adil, aman, damai, tertib, dan lancar. Dengan semakin kuatnya keterlibatan perempuan dalam pengawasan partisipatif, diharapkan praktik-praktik politik uang maupun pelanggaran administratif dapat diminimalisir secara signifikan. Keterlibatan aktif perempuan diyakini akan memperkuat kepercayaan publik terhadap hasil demokrasi dan memastikan bahwa suara rakyat benar-benar terlindungi melalui pengawasan yang inklusif dan menyeluruh.

 

Penulis : Dedy Armadi

Editor : Nur Aliah Saparida