Dewan Saka Adhyasta Bawaslu Kota Tegal, Siap di kukuhkan!
|
Tegal - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tegal secara resmi menyelenggarakan kegiatan Pemilihan Krida dan Kepengurusan Saka Adhyasta Pemilu Kota Tegal pada Jumat, 9 Oktober 2026. Langkah strategis ini merupakan puncak dari rangkaian pembinaan panjang yang bertujuan untuk mencetak kader pengawas partisipatif dari kalangan pramuka guna memperkuat integritas demokrasi di tingkat lokal. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 15.00 WIB tersebut menandai tonggak baru bagi keterlibatan generasi muda dalam mengawal proses pemilihan umum di masa depan melalui wadah Gerakan Pramuka.
Pelaksanaan kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program pelatihan intensif Saka Adhyasta Pemilu yang telah berjalan secara konsisten selama kurang lebih lima bulan, terhitung sejak Mei hingga Oktober 2026. Selama masa tersebut, para peserta telah dibekali dengan berbagai kompetensi dasar maupun teknis mengenai pengawasan kepemiluan. Bawaslu Kota Tegal memandang pentingnya regenerasi pengawas pemilu melalui wadah Saka Adhyasta guna memastikan nilai-nilai keadilan pemilu tetap terjaga di tengah masyarakat, khususnya di wilayah Kota Tegal, dengan melibatkan personil yang memiliki disiplin tinggi khas pramuka.
Dalam agenda utama tersebut, para peserta diarahkan untuk menentukan arah pengabdian mereka melalui pemilihan salah satu dari tiga krida yang tersedia. Ketiga krida tersebut meliputi Krida Pencegahan, Krida Pengawasan, dan Krida Penanganan Pelanggaran. Penjurusan ini dilakukan agar setiap anggota Saka Adhyasta Pemilu memiliki spesialisasi dan pemahaman mendalam sesuai dengan minat dan potensi masing-masing dalam mendukung tugas-tugas Bawaslu di lapangan. Pembagian ke dalam krida-krida spesifik ini diharapkan dapat membuat kerja pengawasan partisipatif menjadi lebih terorganisir, fokus, dan efektif dalam memetakan potensi kerawanan pemilu.
Anggota Bawaslu Kota Tegal, Nur Aliah Saparida, S.E, dalam keterangannya mengapresiasi kegigihan para peserta yang telah mengikuti seluruh rangkaian pelatihan selama lima bulan terakhir. Beliau menekankan bahwa proses panjang ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai struktur dan peran lembaga pengawas secara mendalam. “Rangkaian pelatihan Saka Adhyasta Pemilu yang dimulai sejak Mei hingga Oktober telah berlangsung selama kurang lebih lima bulan. Selama mengikuti kegiatan tersebut, para peserta diharapkan memperoleh pengetahuan dan pemahaman mengenai tugas, fungsi, serta peran Bawaslu dalam pengawasan pemilu,” ujar Nur Aliah saat memberikan arahan kepada para anggota kepengurusan baru.
Selain penguasaan materi teknis, Nur Aliah juga menggarisbawahi pentingnya visi jangka panjang bagi para kader, terutama dalam menyongsong kontestasi politik besar seperti Pemilu mendatang. Menurutnya, anggota Saka Adhyasta Pemilu memiliki posisi strategis sebagai pemilih pemula sekaligus aktor pengawas di lingkungannya masing-masing. “Hal ini penting, khususnya bagi anggota yang akan menjadi pemilih pemula pada Pemilu 2029, agar memahami tahapan pemilu, hak dan kewajiban sebagai pemilih, serta pentingnya berpartisipasi dalam mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas,” tambahnya. Beliau juga menekankan pentingnya menjaga komunikasi dan silaturahmi antar anggota melalui kegiatan pertemuan berkala serta pembaruan informasi mengenai kepemiluan.
Sebagai penutup, Bawaslu Kota Tegal berharap agar pembentukan kepengurusan dan pemilihan krida ini bukan sekadar seremoni belaka, melainkan menjadi fondasi bagi aksi nyata di tengah masyarakat. Pengetahuan yang didapat selama pelatihan diharapkan menjadi bekal kuat bagi anggota untuk berpartisipasi aktif dalam pengawasan pemilu pada masa mendatang. Dengan penguatan Saka Adhyasta Pemilu, Bawaslu optimis bahwa partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu di Kota Tegal akan semakin berkualitas, sehingga tercipta ekosistem demokrasi yang bersih dari praktik kecurangan dan pelanggaran, serta menjamin hak pilih warga terlindungi dengan maksimal.
Penulis : Dedy Armadi
Editor : Nur Aliah Saparida