Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Tegal Perkuat Literasi Politik Siswa SMK Harapan Bersama

Bawaslu Kota Tegal Perkuat Literasi Politik Siswa SMK Harapan Bersama

Bawaslu Kota Tegal Perkuat Literasi Politik Siswa SMK Harapan Bersama

TEGAL- Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Tegal bersama Bawaslu Kota Tegal dan KPU Kota Tegal menggelar Sosialisasi Pendidikan Politik bagi pemilih pemula di SMK Harapan Bersama pada Kamis, 30 Juli 2026, guna meningkatkan partisipasi pemilih muda yang cerdas dan kritis.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut dibuka dengan sambutan hangat dari Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Harapan Bersama, Tri Haryosso, S.Pd., yang mewakili Kepala Sekolah. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya bagi para siswa untuk memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara sebelum memasuki bilik suara. Kepala Bakesbangpol Kota Tegal, Budi Saptaji,S.STP, M.Si juga memberikan sambutan yang menggaris bawahi bahwa stabilitas politik nasional sangat bergantung pada kualitas pemahaman politik generasinya, sehingga edukasi sejak dini di lingkungan sekolah menjadi sangat mendesak.

Pentingnya peran anak muda dalam peta politik nasional ditegaskan oleh narasumber dari Harian Suara Merdeka, Grandy Shania, yang memaparkan data statistik terkini. Berdasarkan penjelasannya, Generasi Z dan Milenial merupakan kunci penentu arah demokrasi karena jumlahnya yang masif, mencapai lebih dari 115 juta pemilih secara nasional. Di Kota Tegal sendiri, pada Pemilu 2024, komposisi pemilih dari Generasi Z mencapai angka 22,85 persen dari total 212.800 pemilih, yang menunjukkan betapa strategisnya posisi mereka dalam menentukan pemimpin bangsa.

Senada dengan hal tersebut, Ketua KPU Kota Tegal, Karyudi Prayitno, S.H., memberikan penjelasan komprehensif mengenai dasar hukum, azas LUBER, hingga tahapan penyelenggaraan pemilu. Karyudi mengingatkan bahwa pemilih muda seringkali menghadapi tantangan berupa rendahnya literasi politik dan kerentanan terhadap hoaks. Menurut survei CSIS, pemilih muda usia 17-39 tahun diprediksi mendominasi 55-60 persen populasi pemilih. Namun, tantangan utama tetap pada kecenderungan Gen Z yang terkadang acuh atau kurang aktif karena dominasi distraksi dunia digital yang sangat kuat.

Menanggapi tantangan tersebut, Anggota Bawaslu Kota Tegal, Sukristo, menguraikan berbagai tipe pemilih, mulai dari yang sekadar tahu hingga pemilih cerdas yang kritis mengawal proses dan hasil pemilu. ‘’Siswa-siswi yang nantinya akan menjadi pemilih pemula secara mandiri dapat melakukan aksi nyata sebagai 'Gen Alpha/Gen Z Keren' dengan cara datang ke TPS secara bertanggung jawab, memantau lingkungan sekitar, serta berani melaporkan dugaan pelanggaran’’ tegasnya. 

Bawaslu Kota Tegal Perkuat Literasi Politik Siswa SMK Harapan Bersama

Bawaslu Kota Tegal juga berkomitmen melakukan pengawasan berkelanjutan pasca pemilu melalui pembinaan Saka Adhyasta untuk memastikan kualitas demokrasi tetap terjaga melalui partisipasi aktif pemilih pemula.

Sebagai penutup, kegiatan ini diharapkan mampu mengubah paradigma pemilih pemula dari sekadar objek politik menjadi subjek yang aktif dan berdaulat. Sinergi antara Bakesbangpol, Bawaslu, KPU, dan instansi pendidikan akan terus diperkuat sebagai langkah tindak lanjut untuk memastikan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan berjalan optimal. Dengan meningkatnya kesadaran politik di tingkat SMK, diharapkan Kota Tegal dapat melahirkan generasi pemilih yang tidak hanya cerdas dalam memilih, tetapi juga teguh dalam mengawal integritas demokrasi Indonesia ke depan.

Penulis : Dedy Armadi
Editor : Nur Aliah Saparida