Bawaslu Kota Tegal Dorong Peran Perempuan dalam Mengawal Demokrasi Melalui Pendidikan Politik
|
Kota Tegal, 31 Mei 2026 – Bawaslu Kota Tegal terus berupaya memperkuat partisipasi masyarakat dalam pengawasan demokrasi. Salah satunya melalui kegiatan Konsolidasi Demokrasi bertajuk “Suara Perempuan Mengawal Demokrasi” yang dilaksanakan pada Minggu (31/5/2026) di TPQ Darunnajah, Debong Kulon, Kota Tegal.
Kegiatan yang menjadi bagian dari rutinan Fatayat Debong Kulon tersebut menghadirkan Anggota Bawaslu Kota Tegal, Nur Aliah Saparida, sebagai narasumber. Acara diikuti oleh sekitar 30 peserta yang berasal dari anggota Fatayat dan masyarakat setempat.
Dalam pemaparannya, Nur Aliah menjelaskan bahwa politik tidak hanya berkaitan dengan partai politik maupun pemilihan umum, tetapi juga menyangkut berbagai kebijakan yang memengaruhi kehidupan sehari-hari, seperti pendidikan, kesehatan, perlindungan perempuan dan anak, serta kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, perempuan memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk terlibat dalam proses politik, baik sebagai pemilih, penyelenggara pemilu, pengawas, maupun pemimpin.
Menurutnya, keterlibatan perempuan dalam politik akan mendorong lahirnya kebijakan yang lebih inklusif dan mampu mengakomodasi kebutuhan berbagai kelompok masyarakat. Kehadiran perempuan di ruang-ruang pengambilan keputusan juga dinilai penting untuk memperkuat perhatian terhadap isu-isu kesejahteraan sosial, pendidikan, kesehatan ibu dan anak, serta perlindungan tenaga kerja.
Selain membahas peran perempuan dalam politik, peserta juga mendapatkan materi mengenai pentingnya pengawasan pemilu. Nur Aliah menegaskan bahwa pengawasan tidak hanya menjadi tugas lembaga pengawas pemilu, melainkan juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Perempuan dapat mengambil peran sebagai pengawas partisipatif, pemantau pemilu, relawan demokrasi, pelapor dugaan pelanggaran, hingga agen pendidikan politik di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Meski masih terdapat berbagai tantangan, seperti keterbatasan akses informasi dan stereotip bahwa politik merupakan ranah laki-laki, perempuan tetap memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam menjaga kualitas demokrasi.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Tegal berharap semakin banyak perempuan yang berani terlibat aktif dalam proses demokrasi serta turut mengawal penyelenggaraan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas. Sebagaimana pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, perempuan bukan sekadar peserta demokrasi, tetapi juga penggerak yang menjaga demokrasi tetap hidup dan bermartabat.
Penulis : Zahra Diva Nurgani
Editor : Nur Aliah Saparida